Blog ini berisi catatan perjalanan hidup saya, pengalaman yang saya dapatkan Insya Allah akan tertuang didalam blog ini
Senin, 14 Februari 2022
Minggu, 13 Februari 2022
merindukanmu Mamak
sudah hampir enam bulan mamak meninggalkan kami untuk selamanya, aku masih merasa kehilangan, tiap saat rasa sedih menghampiri. hidup seakan tak berjalan normal. setelah menikah, aku tinggal jauh dari mamak, ayah dan adik-adikku. setahun hanya dua kali sekali aku pulang. di Hari raya idul Fitri dan di hari libur semester karena pekerjaanku disini menjadi guru.
Aku adalah anak pertama dalam keluargaku, ada tiga saudara kandungku, yang terkecil masih berumur 12 tahun. ada rasa penyesalan sampai hari ini, penyesalan itu seperti menghantui aku. sebelum mamak meninggal rencananya beliau mau ke rumah kami untuk menjenguk cucu keduanya yang baru lahir. semua hal sudah dipersiapkan, tiket travel sudah dibeli, oleh-oleh sudah di beli. lalu 2 hari sebelum berangkat tiba-tiba beliau sakit, badannya lemas. aku diberitahu kondisi mamak oleh adik perempuanku. tapi mamak masih sanggup berbicara, karena kondisinya aku membatalkan travel.
sehari sebelum meninggal. pagi jam 8 mamak menelponku, aku disuruh pulang. mamak gak sanggup untuk kesini lagi. masalahnya banyak permasalahan yang belum saya urus, aku tetap pergi mengajar, pulang dari sekolah aku bermusyawarah dengan istri, aku memutuskan pulang nanti malam menggunakan travel yang langsung ke kampung mamak.
dalam perjalanan, adikku selalu mengupdate kondisi mamak, kondisinya makin melemah, urat nadinya makin melemah, teravel yang kau naikin sedang menanjak pengunungan, selama 4 jam tidak ada sinyal. jam setengah 3 malam sampai ketempat singgah untuk makan, sinyal sudah membaik. ditelpon oleh adikku, "mamak sudah tiada," hatiku hancur. perjalananku masih sekitar 8 jam lagi, saat itu jam setengah 3. dalam perjalanan pulang, aku hanya menangis, " seandainya aku pulang tadi pagi, mungkin aku masih bisa melihat mamak" tidak ada anaknya yang paling beliau cintai kecuali diriku. disaat sakaratul mautnya malah aku tidak ada.
pukul setengah 11 pagi, aku sampai dirumah, jenazah mamak belum dikuburkan, keluarga masih menungguku pulang, aku semmakin tidak bisa membendung airmataku. tidak lama setelah itu, jenazah mamak dibawa ke TPU. aku turun kedalam kubur dan menyambut jenazah ibuku. adik bungsuku mengumandangkan azan, aku memasukkan jenazah ibuku ke liang lahat, lalu memutupnya dengan penutup keranda. Aku menguburkan jenazah mamak, dan itu menjadi perpisahan terakhirku dengan mamak.
Selasa, 10 Oktober 2017
Terlahir untuk Peduli
Sahabat,,
Banyak yang bilang saya baik dan peduli, meski sering kali nyeleneh juga nyebelin. Kenyataannya saya tak pernah merasa diri baik dan untuk peduli, mungkin iya. Lelaki ini hanya ingin membalas nikmat Allah yang telah memberikan hidup normal.
Dahulu ketika berumur 4 tahun saya mengalami penyakit step. Penyakit Step adalah penyakit demam yang sudah akut, biasanya dialami anak-anak yang berusia dibawah 5 tahun.
kebanyakan anak berumur 5 tahun ke bawah, apabila terjadi demam yang terlalu tinggi maka bisa menyebabkan si anak mengalami kejang-kejang atau step. Para ibu tentunya sangat takut saat anak-anaknya mengalami step ini, pasalnya kejang-kejang seperti itu bisa merusak kerja otak bahkan bisa menyebabkan kematian
Sumber: https://pulauherbal.com/jurnal/4325-mengenali-penyakit-step-kejang-demam.html
Selasa, 16 Agustus 2016
17 Agustus 2015 dalam kenangan
Hari itu, setelah acara pelepasan selesai, kami langsung di antar ke Tarempa menggunakan Feri desa PNPM desa Nyamuk, hari itu, menjadi hari yang berat untuk kami, pelabuhan depan kantor camat mendadak menjadi begitu ramai. kami berfoto, berpelukan, bersedih, dan saling menghibur. saya ingat sekali hari itu, segitu sedihnya, wahyuni masih belum menaiki feri desa ketika feri tersebut sudah mau berangkat. hari minggu itu menjadi hari terakhir aku melihat desa Nyamuk yang begitu indah, yang masyatakatnya begitu ramah, para pemudanya yg begitu menyenangkan, yang anak-anaknya begitu sopan.
Semuanya melambai, pelan, feri terus melaju, kemudian orang-orang yang mengantar kami semuanya hilang di kejauhan. tak terlihat lagi Pak Saharman, Long Erna, Geng PS, Siswa-siswi kami semua. mereka berubah menjadi kenangan-16 agustus 2015-. didalam feri yang menuju Tarempa, bersama kami masih ada Pak Darwis, Pak Darmo yang waktu itu belum ihklas berpisah dengan Yuli-hehehe-, pak Zulfikri, ada Pak Suhadi-UPT Siantan Timur- yang akan menyerahkan kami lagi kepada Dinas Pendidikan Ananbas, kepala sekolahnya Wahyuni, si cantik Zuriani, juga si adek.
2 jam perjalanan ke Tarempa, tak kulihat tarempa tersenyum. hari minggu itu tak seperti hari minggu pertama kami datang. dalam suka ada yang berat untuk di tinggalkan, oiya, nono dengan pompongnya dan sari juga ikut ke Tarempa.
Kami masih akan melewatkan malam terakhir di kota Tarempa, saya dan teman2 memilih menginap di salah satu penginapan di Tarempa. teman2 dari Siantan Tengah dah duluan chek in di penginapan tersebut, kemudian teman2 dari palmatak juga dari Siantan Timur juga berada di penginapan yang sama. kami dari Siantan Timur berada di lantai 3 -tempat yang indah untuk melihat birunya laut tarempa-.
jam 2 sore, feri desa akan kembali ke nyamuk. kembali kami bersalam2an dan berpelukan dengan mereka yang mengantar kami, kecuali pak zul dan zuriani yang di larang pulang ma Maulidar. si adek yang memilih bersama kami di malam terakhir itu. besoknya kami akan pulang dan entah kapan akan kesini lagi. setiap detik begitu berarti bagi kami yang akan berpisah.
jam 5 sore, saya, Fitri, Afdal, dan Rahmi berziarah untuk terakhir kalinya ke makamnya Masril, kakanda kami yang dulu telah gugur disini. selalu ada doa untukmu ..
17 agustus 2015, tepat 70 tahun Indonesia merdeka. setiap orang bahagia dengan hari itu. tapi tidak untuk 4 anak manusia ini, -kawan sebelumnya saya pernah menceritakannya sama kalian- jam menunjukkan pukul 5.30 pagi, hujan membasahi tanah tarempa, gerimis lalu deras lalu jadi gerimis lagi -tak menentu-, subarni, maulidar, pak Zul, dan Zuriani. 4 anak manusia ini yang membuat grup CAKA ini akan berpisah. mereka kembali ke Nyamuk dengan Pompongnya Nono. aku ada diantara mereka. yang bersedih dan saling menangis. perpisahan memang sangat sulit bagi seorang Maulidar.
hujanpun semakin deras, dan pak Zul dan Zuriani tetap memilih pulang-dikarenakan harus mengikuti Upacara di Desa Nyamuk-. pak Zul tak lagi menoleh ke belakang, Subarni dan Maulidar masih mengeluarkan air matanya dan saya -kapan emangnya menangis-.
we are family berada di dua kamar yang saling berhadapan. kami tak perlu bersedih, tapi di tanjung pinang, saya juga akan sama dengan teman yang lain -akan berpisah dengan teman2 dari UPI Bandung- dan saya akan berpisah dengan YDK-tak lah perlu ku ceritakan-,
pukul 1 siang KM Bukit Raya berlabuh dengan gagahnya di pelabuhan Tarempa, kami pulang, entah kapan akan kesini lagi. 2 jam kemudian kapal kembali berlayar, ada yang menangis, tersenyum, dan senang akan kembali ke rumah.
good bye Serat, Nyamuk, dan Tarempa...
17 agustus 2015-17 agustus 2016
Senin, 16 Mei 2016
getar hati..
aku menemukan cinta pada senyuman lemah itu..
menggetarkan hati dan jiwaku
lalu setiap detiknya aku merindukan wajah perempuan itu..
dalam keserdehanaannya, cinta mengalir ke setiap tubuhku..
resah,,
karena jauh untuk bertemu rindu..
terhalang sebuah kisah..
aku menemukan cinta pada senyuman lemah itu..
yang merubah sudut pandangku tentang hidup..
untuk lebih baik..
Jumat, 06 Mei 2016
Tentang pembacaan puisi "Senandung Pengabdian"
salah satu isi acaranya itu ada pembacaan puisi.. Dua hari yang lalu saya disuruh menciptakan sebuah puisi yang temanya tentang pendidikan juga disuruh membacanya, kaget juga sich, saya tak pernah buat puisi untuk umum, paling untuk diri saya sendiri. singkat cerita saya buat puisi dengan catatan tak mau membacanya didepan umum. jadi saya cari pembaca dan Alhamdulillah Noviana "opi" mau membacanya yang nantinya juga akan di iringi oleh alunan suara gitar yang akan di mainkan oleh Ardinius Siregar.
pembacaan puisinya tadi, feel nya sangat dapat, opi memang keren, ardinius juga wow sekali, saya juga gak tahu puisinya wow atau tidak tapi kawan2 pada nangis semua..
oiy ni puisinya..
Kamis, 28 April 2016
Kulihat Tarempa Tersenyum
Hari Raya Tanpa Senyummu
Hari Raya Tanpa Senyummu Takbir raya telah terdengar dari mesjid yang terletak didepan rumah Ramadhan telah pamit dari sisi insan-insan yang...
-
Sahabat,, Banyak yang bilang saya baik dan peduli, meski sering kali nyeleneh juga nyebelin. Kenyataannya saya tak pernah merasa diri baik...
-
Pagi itu kami telah berkumpul di kantor Camat Kecamatan Siantan Timur. Hari itu adalah hari pelepasan kami di kecamatan Siantan Timur. Saya,...
-
Assalamualaikum wrwb Jumpa lagi bersama saya Zulfahmi,S.Pd.,Gr. Sekarang saya adalah calon guru penggerak angkatan IV Kabupaten Nagan Raya...