Selasa, 01 Maret 2022

 

  • pembelajaran Berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar.
  • Ciri-ciri atau kerekteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain; lingkungan belajar mengundang murid untuk belajar, kurikulum memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas, terdapat penilaian berkelanjutan, guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar murid, dan manajemen kelas efektif.
  • Untuk dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, hal yang harus dilakukan oleh guru antara lain:

    1. Melakukan pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan tiga aspek, yaitu: kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar murid (bisa dilakukan melalui wawancara, observasi, atau survey menggunakan angket, dll)
    2. Merencanakan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil pemetaan (memberikan berbagai pilihan baik dari strategi, materi, maupun cara belajar)
    3. Mengevaluasi dan erefleksi pembelajaran yang sudah berlangsung
  • Terdapat tiga strategi diferensiasi diantaranya;

    1.     Direfensiasi konten

     2.    Direfensiasi Proses
      3.  Diferensiasi Produk
Penerapan pembelajaran berdiferensiasi akan memberikan dampak bagi sekolah, kelas, dan terutama kepada murid. Setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tidak semua murid bisa kita beri perlakuan yang sama. Jika kita tidak memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan murid maka hal tersebut dapat menghambat murid untuk bisa maju dan berkembang belajarnya. Dampak dari kelas yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi antara lain; setiap orang merasa disambut dengan baik, murid dengan berbagai karakteristik merasa dihargai, merasa aman, ada harapan bagi pertumbuhan, guru mengajar untuk mencapai kesuksesan, ada keadilan dalam bentuk nyata, guru dan murid berkolaborasi, kebutuhan belajar murid terfasilitasi dan terlayani dengan baik. Dari beberapa dampak tersebut diharapkan akan tercapai hasil belajar yang optimal.

Pembelajaran berdiferensiasi sangat berkaitan dengan filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, nilai dan peran guru penggerak, visi guru penggerak, serta budaya positif. Salah satu filosofi pendidkan menurut Ki Hajar Dewantara adalah sistem “among”, guru harus dapat menuntun murid untuk berkembang sesuai dengan kodratnya, hal ini sangat sesuai dengan pembelajaran berdiferensiasi. Salah satu nilai dan peran guru penggerak adalah menciptakan pembelajaran yang berpihak kepada murid, yaitu pembelajaran yang memerdekakan pemikiran dan potensi murid. Hal tersebut sejalan dengan pembelajaran berdiferensiasi. Salah satu visi guru penggerak adalah mewujudkan merdeka belajar dan profil pelajar pancasila, untuk mewujudkan visi tersebut salah satu caranya adalah dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Budaya positif juga harus kita bangun agar dapat mendukung pembelajaran berdirensiasi.   

Minggu, 13 Februari 2022

merindukanmu Mamak

  sudah hampir enam bulan mamak meninggalkan kami untuk selamanya, aku masih merasa kehilangan, tiap saat rasa sedih menghampiri. hidup seakan tak berjalan normal. setelah menikah, aku tinggal jauh dari mamak, ayah dan adik-adikku. setahun hanya dua kali sekali aku pulang. di Hari raya idul Fitri dan di hari libur semester karena pekerjaanku disini menjadi guru.

    Aku adalah anak pertama dalam keluargaku, ada tiga saudara kandungku, yang terkecil masih berumur 12 tahun. ada rasa penyesalan sampai hari ini, penyesalan itu seperti menghantui aku. sebelum mamak meninggal rencananya beliau mau ke rumah kami untuk menjenguk cucu keduanya yang baru lahir. semua hal sudah dipersiapkan, tiket travel sudah dibeli, oleh-oleh sudah di beli. lalu 2 hari sebelum berangkat tiba-tiba beliau sakit, badannya lemas. aku diberitahu kondisi mamak oleh adik perempuanku. tapi mamak masih sanggup berbicara, karena kondisinya aku membatalkan travel. 

    sehari sebelum meninggal. pagi jam 8 mamak menelponku, aku disuruh pulang. mamak gak sanggup untuk kesini lagi. masalahnya banyak permasalahan yang belum saya urus, aku tetap pergi mengajar, pulang dari sekolah aku bermusyawarah dengan istri, aku memutuskan pulang nanti malam menggunakan travel yang langsung ke kampung mamak.

    dalam perjalanan, adikku selalu mengupdate kondisi mamak, kondisinya makin melemah, urat nadinya makin melemah, teravel yang kau naikin sedang menanjak pengunungan, selama 4 jam tidak ada sinyal. jam setengah 3 malam sampai ketempat singgah untuk makan, sinyal sudah membaik. ditelpon oleh adikku, "mamak sudah tiada," hatiku hancur. perjalananku masih sekitar 8 jam lagi, saat itu jam setengah 3. dalam perjalanan pulang, aku hanya menangis, " seandainya aku pulang tadi pagi, mungkin aku masih bisa melihat mamak" tidak ada anaknya yang paling beliau cintai kecuali diriku. disaat sakaratul mautnya malah aku tidak ada.

    pukul setengah 11 pagi, aku sampai dirumah, jenazah mamak belum dikuburkan, keluarga masih menungguku pulang, aku semmakin tidak bisa membendung airmataku. tidak lama setelah itu, jenazah mamak dibawa ke TPU. aku turun kedalam kubur dan menyambut jenazah ibuku. adik bungsuku mengumandangkan azan, aku memasukkan jenazah ibuku ke liang lahat, lalu memutupnya dengan penutup keranda. Aku menguburkan jenazah mamak, dan itu menjadi perpisahan terakhirku dengan mamak.

    

Selasa, 10 Oktober 2017

Terlahir untuk Peduli


Sahabat,,
Banyak yang bilang saya baik dan peduli, meski sering kali nyeleneh juga nyebelin. Kenyataannya saya tak pernah merasa diri baik dan untuk peduli, mungkin iya. Lelaki ini hanya ingin membalas nikmat Allah yang telah memberikan hidup normal.
Dahulu ketika berumur 4 tahun saya mengalami penyakit step. Penyakit Step adalah penyakit demam yang sudah akut, biasanya dialami anak-anak yang berusia dibawah 5 tahun.
 kebanyakan anak berumur 5 tahun ke bawah, apabila terjadi demam yang terlalu tinggi maka bisa menyebabkan si anak mengalami kejang-kejang atau step. Para ibu tentunya sangat takut saat anak-anaknya mengalami step ini, pasalnya kejang-kejang seperti itu bisa merusak kerja otak bahkan bisa menyebabkan kematian

Sumber: https://pulauherbal.com/jurnal/4325-mengenali-penyakit-step-kejang-demam.html


Tahun 1991 di kecamatan saya dokter itu masih sangat langka. Biasanya pengobatannya masih memakai obat-obat tradisional. Tahun-tahun itu para Dukun masih sangat berjaya dan selalu dipercayakan untuk mengobati segala macam penyakit. tapi step bukanlah penyakit yang bisa diobati oleh para dukun-dukun kampung, makanya tak heran bila banyak anak-anak pada saat itu mengalami kematian atau berakhir dengan kelumpuhan juga idiot.

Saat itu, ada dua anak lagi yang juga mengalami penyakit step. Mereka tinggal di kampung sebelah dan nasibnya berakhir menjadi idiot, saraf otak mereka tidak berfungsi lagi. 
Suatu malam keadaan saya mulai kritis, lalu orang tua membawa saya ke seorang mentri yang rumahnya berada lumayan jauh dari rumah saya. -saat itu kendaraan masih langka-. ayah mengayuh sepeda dan dalam hatinya berharap saya sembuh dan tumbuh menjadi anak normal. sesampainya di rumah Pak Mentri, di periksa keadaan saya dan diberilah obat sirup (mamak gak tahu apa nama obat itu) lalu pulang. Sampai dirumah obat itu langsung diminumkan ke anak yang masih menjadi tanda tanya akan masa depannya. Sahabat, obat itu berdosis tinggi dan rasanya sangat pahit dan reaksinya berjalan seperti yang diinginkan. panas dalam tubuh saya keluar membuat kulit saya bewarna merah. Saya sembuh meski harus mengalami efek samping dari obat itu. selama hampir dua tahun air liur saya meleleh tak henti.
Usia 6 tahun saya kembali normal, sangat normal. 
(mamak menceritakan kisah ini ketika saya kelas 1 SMA)

Sejak itu saya menjadi pribadi yang peduli, peduli masalah orang, peduli kesusahan orang dan selalu siap membantu orang sebisa saya bantu.
Saya tidaklah baik, masih berusaha menjadi orang baik...

Selasa, 16 Agustus 2016

17 Agustus 2015 dalam kenangan

Pagi itu kami telah berkumpul di kantor Camat Kecamatan Siantan Timur. Hari itu adalah hari pelepasan kami di kecamatan Siantan Timur. Saya, Hartarto, Darul Afdal, Wahyuni, Sri Fazalita, Maulidar Rahmani, Mardhiah, Subarni, Nurul Fajrina, dan teman2 dari UPI, Yuli Dwi Khairani, Siska, Arif dan Lega, semuanya hadir kecuali dewi Ratih yang sehari sebelumnya sudah duluan meninggalkan Desa Nyamuk.
Hari itu, setelah acara pelepasan selesai, kami langsung di antar ke Tarempa menggunakan Feri desa PNPM desa Nyamuk, hari itu, menjadi hari yang berat untuk kami, pelabuhan depan kantor camat mendadak menjadi begitu ramai. kami berfoto, berpelukan, bersedih, dan saling menghibur. saya ingat sekali hari itu, segitu sedihnya, wahyuni masih belum menaiki feri desa ketika feri tersebut sudah mau berangkat. hari minggu itu menjadi hari terakhir aku melihat desa Nyamuk yang begitu indah, yang masyatakatnya begitu ramah, para pemudanya yg begitu menyenangkan, yang anak-anaknya begitu sopan.
Semuanya melambai, pelan, feri terus melaju, kemudian orang-orang yang mengantar kami semuanya hilang di kejauhan. tak terlihat lagi Pak Saharman, Long Erna, Geng PS, Siswa-siswi kami semua. mereka berubah menjadi kenangan-16 agustus 2015-. didalam feri yang menuju Tarempa, bersama kami masih ada Pak Darwis, Pak Darmo yang waktu itu belum ihklas berpisah dengan Yuli-hehehe-, pak Zulfikri, ada Pak Suhadi-UPT Siantan Timur- yang akan menyerahkan kami lagi kepada Dinas Pendidikan Ananbas, kepala sekolahnya Wahyuni, si cantik Zuriani, juga si adek.
2 jam perjalanan ke Tarempa, tak kulihat tarempa tersenyum. hari minggu itu tak seperti hari minggu pertama kami datang. dalam suka ada yang berat untuk di tinggalkan, oiya, nono dengan pompongnya dan sari juga ikut ke Tarempa.
Kami masih akan melewatkan malam terakhir di kota Tarempa, saya dan teman2 memilih menginap di salah satu penginapan di  Tarempa. teman2 dari Siantan Tengah dah duluan chek in di penginapan tersebut, kemudian teman2 dari palmatak juga dari Siantan Timur juga berada di penginapan yang sama. kami dari Siantan Timur berada di lantai 3 -tempat yang indah untuk melihat birunya laut tarempa-.
jam 2 sore, feri desa akan kembali ke nyamuk. kembali kami bersalam2an dan berpelukan dengan mereka yang mengantar kami, kecuali pak zul dan zuriani yang di larang pulang ma Maulidar. si adek yang memilih bersama kami di malam terakhir itu. besoknya kami akan pulang dan entah kapan akan kesini lagi. setiap detik begitu berarti bagi kami yang akan berpisah.
jam 5 sore, saya, Fitri, Afdal, dan Rahmi berziarah untuk terakhir kalinya ke makamnya Masril, kakanda kami yang dulu telah gugur disini. selalu ada doa untukmu ..

17 agustus 2015, tepat 70 tahun Indonesia merdeka. setiap orang bahagia dengan hari itu. tapi tidak untuk 4 anak manusia ini, -kawan sebelumnya saya pernah menceritakannya sama kalian- jam menunjukkan pukul 5.30 pagi, hujan membasahi tanah tarempa, gerimis lalu deras lalu jadi gerimis lagi -tak menentu-, subarni, maulidar, pak Zul, dan Zuriani. 4 anak manusia ini yang membuat grup CAKA ini akan berpisah. mereka kembali ke Nyamuk dengan Pompongnya Nono. aku ada diantara mereka. yang bersedih dan saling menangis. perpisahan memang sangat sulit bagi seorang Maulidar.
hujanpun semakin deras, dan pak Zul dan Zuriani tetap memilih pulang-dikarenakan harus mengikuti Upacara di Desa Nyamuk-. pak Zul tak lagi menoleh ke belakang, Subarni dan Maulidar masih mengeluarkan air matanya dan saya -kapan emangnya menangis-.

we are family berada di dua kamar yang saling berhadapan. kami tak perlu bersedih, tapi di tanjung pinang, saya  juga akan sama dengan teman yang lain -akan berpisah dengan teman2 dari UPI Bandung- dan saya akan berpisah dengan YDK-tak lah perlu ku ceritakan-,
pukul 1 siang KM Bukit Raya berlabuh dengan gagahnya di pelabuhan Tarempa, kami pulang, entah kapan akan kesini lagi. 2 jam kemudian kapal kembali berlayar, ada yang menangis, tersenyum, dan senang akan kembali ke rumah.
good bye Serat, Nyamuk, dan Tarempa...
17 agustus 2015-17 agustus 2016

Senin, 16 Mei 2016

getar hati..



aku menemukan cinta pada senyuman lemah itu..
menggetarkan hati dan jiwaku
lalu setiap detiknya aku merindukan wajah perempuan itu..
dalam keserdehanaannya, cinta mengalir ke setiap tubuhku..

resah,,
karena jauh untuk bertemu rindu..
terhalang sebuah kisah..

aku menemukan cinta pada senyuman lemah itu..
yang merubah sudut pandangku tentang hidup..
untuk lebih baik..


Jumat, 06 Mei 2016

Tentang pembacaan puisi "Senandung Pengabdian"

Sahabat ada yang keren hari ini,, di Asrama PPG SM3T UNSYIAH hari ini melakukan acara peringatan HARDIKNAS dan Isra' Mi'raj..
salah satu isi acaranya itu ada pembacaan puisi.. Dua hari yang lalu saya disuruh menciptakan sebuah puisi yang temanya tentang pendidikan juga disuruh membacanya, kaget juga sich, saya tak pernah buat puisi untuk umum, paling untuk diri saya sendiri. singkat cerita saya buat puisi dengan catatan tak mau membacanya didepan umum. jadi saya cari pembaca dan Alhamdulillah Noviana "opi" mau membacanya yang nantinya juga akan di iringi oleh alunan suara gitar yang akan di mainkan oleh Ardinius Siregar.
pembacaan puisinya tadi, feel nya sangat dapat, opi memang keren, ardinius juga wow sekali, saya juga gak tahu puisinya wow atau tidak tapi kawan2 pada nangis semua..
oiy ni puisinya..

Senandung Pengabdian
by Fahmi Abdullah


Aku berada di antara bocah-bocah kecil yang tertinggal
Untuk merajut mimpi-mimpi disebuah gubuk yang mereka sebut sekolah
Terlihat senyuman lugu yang penuh harapan saat ku datang
Bocah-bocah kecil terluar yang ingin melihat dalamnya dunia

Aku berada di antara bocah-bocah kecil yang akan menaklukkan mimpinya
Dan aku kan mengubah nada-nada sunyi mereka menjadi lebih riang
Untuk membangkitkan mimpi-mimpi yang tertinggal

Hanya semusim lalu aku menghilang
Lalu semua menjadi butiran-butiran rindu
Yang kan ku kenang dengan air mata
Aku berada di antara bocah-bocah yang memeluk erat tubuhku
menangis, melarangku pulang

Untuk kakandaku Masril yang tak pernah pulang
Yang jasadnya terkubur di negeri bocah-bocah kecil yang terluar
Tenanglah engkau dengan amal pengabdianmu
Ku lantunkan doa doa terindah
Agar jiwamu tak pernah sepi




Sahabat,, bait terakhir sengaja ku persembahkan untuk kakanda Masril, yang gugur di negri pengabdiannya,, Kepulauan Anambas dan di kuburkan disana, mungkin kapan2 saya akan kisahkan ceritanya.. 

Hari Raya Tanpa Senyummu

Hari Raya Tanpa Senyummu Takbir raya telah terdengar dari mesjid yang terletak didepan rumah Ramadhan telah pamit dari sisi insan-insan yang...