Pagi itu kami telah berkumpul di kantor Camat Kecamatan Siantan Timur. Hari itu adalah hari pelepasan kami di kecamatan Siantan Timur. Saya, Hartarto, Darul Afdal, Wahyuni, Sri Fazalita, Maulidar Rahmani, Mardhiah, Subarni, Nurul Fajrina, dan teman2 dari UPI, Yuli Dwi Khairani, Siska, Arif dan Lega, semuanya hadir kecuali dewi Ratih yang sehari sebelumnya sudah duluan meninggalkan Desa Nyamuk.
Hari itu, setelah acara pelepasan selesai, kami langsung di antar ke Tarempa menggunakan Feri desa PNPM desa Nyamuk, hari itu, menjadi hari yang berat untuk kami, pelabuhan depan kantor camat mendadak menjadi begitu ramai. kami berfoto, berpelukan, bersedih, dan saling menghibur. saya ingat sekali hari itu, segitu sedihnya, wahyuni masih belum menaiki feri desa ketika feri tersebut sudah mau berangkat. hari minggu itu menjadi hari terakhir aku melihat desa Nyamuk yang begitu indah, yang masyatakatnya begitu ramah, para pemudanya yg begitu menyenangkan, yang anak-anaknya begitu sopan.
Semuanya melambai, pelan, feri terus melaju, kemudian orang-orang yang mengantar kami semuanya hilang di kejauhan. tak terlihat lagi Pak Saharman, Long Erna, Geng PS, Siswa-siswi kami semua. mereka berubah menjadi kenangan-16 agustus 2015-. didalam feri yang menuju Tarempa, bersama kami masih ada Pak Darwis, Pak Darmo yang waktu itu belum ihklas berpisah dengan Yuli-hehehe-, pak Zulfikri, ada Pak Suhadi-UPT Siantan Timur- yang akan menyerahkan kami lagi kepada Dinas Pendidikan Ananbas, kepala sekolahnya Wahyuni, si cantik Zuriani, juga si adek.
2 jam perjalanan ke Tarempa, tak kulihat tarempa tersenyum. hari minggu itu tak seperti hari minggu pertama kami datang. dalam suka ada yang berat untuk di tinggalkan, oiya, nono dengan pompongnya dan sari juga ikut ke Tarempa.
Kami masih akan melewatkan malam terakhir di kota Tarempa, saya dan teman2 memilih menginap di salah satu penginapan di Tarempa. teman2 dari Siantan Tengah dah duluan chek in di penginapan tersebut, kemudian teman2 dari palmatak juga dari Siantan Timur juga berada di penginapan yang sama. kami dari Siantan Timur berada di lantai 3 -tempat yang indah untuk melihat birunya laut tarempa-.
jam 2 sore, feri desa akan kembali ke nyamuk. kembali kami bersalam2an dan berpelukan dengan mereka yang mengantar kami, kecuali pak zul dan zuriani yang di larang pulang ma Maulidar. si adek yang memilih bersama kami di malam terakhir itu. besoknya kami akan pulang dan entah kapan akan kesini lagi. setiap detik begitu berarti bagi kami yang akan berpisah.
jam 5 sore, saya, Fitri, Afdal, dan Rahmi berziarah untuk terakhir kalinya ke makamnya Masril, kakanda kami yang dulu telah gugur disini. selalu ada doa untukmu ..
17 agustus 2015, tepat 70 tahun Indonesia merdeka. setiap orang bahagia dengan hari itu. tapi tidak untuk 4 anak manusia ini, -kawan sebelumnya saya pernah menceritakannya sama kalian- jam menunjukkan pukul 5.30 pagi, hujan membasahi tanah tarempa, gerimis lalu deras lalu jadi gerimis lagi -tak menentu-, subarni, maulidar, pak Zul, dan Zuriani. 4 anak manusia ini yang membuat grup CAKA ini akan berpisah. mereka kembali ke Nyamuk dengan Pompongnya Nono. aku ada diantara mereka. yang bersedih dan saling menangis. perpisahan memang sangat sulit bagi seorang Maulidar.
hujanpun semakin deras, dan pak Zul dan Zuriani tetap memilih pulang-dikarenakan harus mengikuti Upacara di Desa Nyamuk-. pak Zul tak lagi menoleh ke belakang, Subarni dan Maulidar masih mengeluarkan air matanya dan saya -kapan emangnya menangis-.
we are family berada di dua kamar yang saling berhadapan. kami tak perlu bersedih, tapi di tanjung pinang, saya juga akan sama dengan teman yang lain -akan berpisah dengan teman2 dari UPI Bandung- dan saya akan berpisah dengan YDK-tak lah perlu ku ceritakan-,
pukul 1 siang KM Bukit Raya berlabuh dengan gagahnya di pelabuhan Tarempa, kami pulang, entah kapan akan kesini lagi. 2 jam kemudian kapal kembali berlayar, ada yang menangis, tersenyum, dan senang akan kembali ke rumah.
good bye Serat, Nyamuk, dan Tarempa...
17 agustus 2015-17 agustus 2016
Blog ini berisi catatan perjalanan hidup saya, pengalaman yang saya dapatkan Insya Allah akan tertuang didalam blog ini
Selasa, 16 Agustus 2016
Senin, 16 Mei 2016
getar hati..
aku menemukan cinta pada senyuman lemah itu..
menggetarkan hati dan jiwaku
lalu setiap detiknya aku merindukan wajah perempuan itu..
dalam keserdehanaannya, cinta mengalir ke setiap tubuhku..
resah,,
karena jauh untuk bertemu rindu..
terhalang sebuah kisah..
aku menemukan cinta pada senyuman lemah itu..
yang merubah sudut pandangku tentang hidup..
untuk lebih baik..
Jumat, 06 Mei 2016
Tentang pembacaan puisi "Senandung Pengabdian"
Sahabat ada yang keren hari ini,, di Asrama PPG SM3T UNSYIAH hari ini melakukan acara peringatan HARDIKNAS dan Isra' Mi'raj..
salah satu isi acaranya itu ada pembacaan puisi.. Dua hari yang lalu saya disuruh menciptakan sebuah puisi yang temanya tentang pendidikan juga disuruh membacanya, kaget juga sich, saya tak pernah buat puisi untuk umum, paling untuk diri saya sendiri. singkat cerita saya buat puisi dengan catatan tak mau membacanya didepan umum. jadi saya cari pembaca dan Alhamdulillah Noviana "opi" mau membacanya yang nantinya juga akan di iringi oleh alunan suara gitar yang akan di mainkan oleh Ardinius Siregar.
pembacaan puisinya tadi, feel nya sangat dapat, opi memang keren, ardinius juga wow sekali, saya juga gak tahu puisinya wow atau tidak tapi kawan2 pada nangis semua..
oiy ni puisinya..
salah satu isi acaranya itu ada pembacaan puisi.. Dua hari yang lalu saya disuruh menciptakan sebuah puisi yang temanya tentang pendidikan juga disuruh membacanya, kaget juga sich, saya tak pernah buat puisi untuk umum, paling untuk diri saya sendiri. singkat cerita saya buat puisi dengan catatan tak mau membacanya didepan umum. jadi saya cari pembaca dan Alhamdulillah Noviana "opi" mau membacanya yang nantinya juga akan di iringi oleh alunan suara gitar yang akan di mainkan oleh Ardinius Siregar.
pembacaan puisinya tadi, feel nya sangat dapat, opi memang keren, ardinius juga wow sekali, saya juga gak tahu puisinya wow atau tidak tapi kawan2 pada nangis semua..
oiy ni puisinya..
Senandung Pengabdian
by Fahmi Abdullah
Aku berada di antara bocah-bocah kecil yang tertinggal
Untuk merajut mimpi-mimpi disebuah gubuk yang mereka sebut sekolah
Terlihat senyuman lugu yang penuh harapan saat ku datang
Bocah-bocah kecil terluar yang ingin melihat dalamnya dunia
Aku berada di antara bocah-bocah kecil yang akan menaklukkan mimpinya
Dan aku kan mengubah nada-nada sunyi mereka menjadi lebih riang
Untuk membangkitkan mimpi-mimpi yang tertinggal
Hanya semusim lalu aku menghilang
Lalu semua menjadi butiran-butiran rindu
Yang kan ku kenang dengan air mata
Aku berada di antara bocah-bocah yang memeluk erat tubuhku
menangis, melarangku pulang
Untuk kakandaku Masril yang tak pernah pulang
Yang jasadnya terkubur di negeri bocah-bocah kecil yang terluar
Tenanglah engkau dengan amal pengabdianmu
Ku lantunkan doa doa terindah
Sahabat,, bait terakhir sengaja ku persembahkan untuk kakanda Masril, yang gugur di negri pengabdiannya,, Kepulauan Anambas dan di kuburkan disana, mungkin kapan2 saya akan kisahkan ceritanya..
Kamis, 28 April 2016
Kulihat Tarempa Tersenyum
Azan subuh sudah dikumandangkan dari atas kapal. Aku dan teman-temanku sudah mulai beranjak ke belakang dek VI untuk menuju ke mushala kapal. Setelah shalat subuh, kapten kapal memberikan pengumuman bahwa setengah jam lagi kapal akan bersandar di pelabuhan Tarempa. Hatiku tersenyum, "Aku sudah sampai ke negeri ini". Suasana kapalpun sudah mulai sibuk terutama aku dan teman2 yang akan mengabdi ke negri para lanun ini. Tak kusangka mengikuti program SM3T ini telah membawa langkahku sejauh ini. kurang lebih 19 jam di atas kapal KM Bukit Raya yang berangkat dari pelabuhan Kijang, kabupaten bintan dengan tujuan kepulauan Anambas. 19 jam berada di lautan Cina Selatan adalah pengalaman baru bagiku dan para sahabat2ku yang luar biasa ini. apalagi menghabiskan waktu 12 jam dalam gulitanya malam hingga aku tak bisa menikmati pemandangan alam, kadang aku juga didera kecemasan "bagaimana kalau kapal ini tenggelam" dan pertanyaan2 seperti sangat mengganggu. maklum inilah pertama kali aku naik kapal laut.
Kapal sudah mendekati pelabuhan dan sebentar lagi akan berlabuh di pelabuhan, terdengar kapten kapal mengatakan "Selamat datang di tarempa". aku dan para sahabat yg lelaki sudah siap-siap terlebih dahulu untuk mengangkat koper2 kami yang berjumlah 41 orang. kapal sudah bersandar dan kami para penumpang tujuan Tarempa mulai turun dari kapal, para guru SM3T yang cewek membawa tas kecil dan yang cowok bahu membahu angkut koper. di bawah kami sudah di sambut oleh perwakilan Dinas Pendidikan Anambas. sesuai dengan arahan Pak Alex (perwakilan dari dinas pendidikan Anambas yang menjemput guru SM3T UNSYIAH dan UPI dari Tanjung pinang). kedatangan KM Bukit Raya membuat pelabuhan menjadi ramai di karenakan selain menurunkan penumpang tujuan anambas tapi juga akan ada penumpang yg akan menuju Natuna Atau tujuan Pontianak yang bakal naik kapal ini.
Mentari masih bersembunyi di balik bukit-bukit kota tarempa. Hari masih gelap dan sebentar lagi mentari akan mulai menunjukkan pesona anambas di pagi hari. Para porter masih sibuk mengangkut barang2 bawaan para penumpang yg membutuhkan jasanya. Kami para guru SM3T tak membutuhkan bantuan porter, karena kami juga mendapatkan bantuan dari pihak dinas untuk mengurusi koper-koper kami yang seberat lemari yang kemudian di naikkan ke atas tosa -sejenis becak motor- dan dibawa ke hotel Tarempa Beach.
Aku dan teman-teman memilih jalan kaki menuju hotel setelah letaknya di tunjukkan oleh pihak dinas. Hari itu hari minggu dan kota Tarempa terlihat sepi.
"Pak, kok kota ini sepi ya!" Tanyaku pada seorang bapak yg menjemput kami
" Tarempa kalau hari minggu memang sepi"kata bapak itu.
"Itu di karenakan yang punya toko di disi kebanyakan orang Cina (baca Tiongkok) dan setiap hari mereka beribadah di vihara itu" sambung bapak itu sambil menunjukkan vihara yang berada di sebelah barat kota tarempa.
aku terus berjalan melewati pertokoan-pertokoan dan sampai di hotel tarempa beach yang terletak dekat dengan kantor Bupati kepulauan Anambas. Hotel tiga tingkat ini kelihatan sederhana tapi ini yang paling mewah di kota ini. terlihat bu Hani ( Kabag pendidikan Anambas yang juga pernah mengenalkan Anambas ketika kami Prakondisi) sibuk mempersiapkan sarapan untuk kami. terlihat sebuah spanduk ucapan selamat datang kepada guru muda SM3T UNSYIAH dan UPI. aku menikmati sarapan pertama di negri ini, menunya lontong, kue dan air teh.
Bu Hani membagikan kunci kamar untuk kami semua,aku sekamar dengan Subarni dan wawan kurniawan (UPI). selesai mandi dan ganti pakaian aku kembali keluar hotel untuk menikmati mentari pagi kota Tarempa. kawan, dari sudut timur kota terempa ini aku begitu takjub dengan kuasa Allah, lautan anambas sangat dan luar biasa indahnya, tak henti-hentinya aku mengucap Subhanallah
" Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan"
Di jalanan depan hotel Tarempa Beach ini, aku masih betah berdiri menghadap laut. Aku masih belum percaya sudah berjalan sejauh ini. ku lihat Tarempa tersenyum dan ku membalas senyumnya. seolah ku mendengar kota ini berkata "selamat datang di Tarempa, selamat datang di Anambas" dan ku membalas " semoga aku betah".
Langganan:
Komentar (Atom)
Hari Raya Tanpa Senyummu
Hari Raya Tanpa Senyummu Takbir raya telah terdengar dari mesjid yang terletak didepan rumah Ramadhan telah pamit dari sisi insan-insan yang...
-
Sahabat,, Banyak yang bilang saya baik dan peduli, meski sering kali nyeleneh juga nyebelin. Kenyataannya saya tak pernah merasa diri baik...
-
Pagi itu kami telah berkumpul di kantor Camat Kecamatan Siantan Timur. Hari itu adalah hari pelepasan kami di kecamatan Siantan Timur. Saya,...
-
Assalamualaikum wrwb Jumpa lagi bersama saya Zulfahmi,S.Pd.,Gr. Sekarang saya adalah calon guru penggerak angkatan IV Kabupaten Nagan Raya...